Bahaya Dari Ban Botak

Friday, November 4th, 2016 - Artikel, Artikel Otomotif

Bahaya Dari Ban Botak – Salah satu masalah yang selalu dihimbau untuk diperhatikan jelang menjalankan perjalanan jauh adalah kondisi dari ban. Sederhananya, jika ban sudah botak, artinya tidak aman. Segeralah ganti dengan ban yang beralur atau kembangan yang masih tebal. Tetapi, seberapa bahayakah ban botas tersebut?

Potensi Bahaya Dari Ban Botak

Bahaya Dari Ban Botak

Bahaya Dari Ban Botak (Sumber Gambar : toyota

Ban yang sudah tidak mempunyai alur, otomatis menjadikannya tidak mempunyai daya cengkram yang cukup baik.

Dikhawatirkan, ban yang sudah tidak mempunyai alur yang sempurna akan sangat berbahaya pada saat melintas pada jalur cepat, terlebih jika kondisi basah, atau pada saat melakukan pengereman.

Ban tipis ataupun botak, fungsi pencengkeraman hilang. Pada kondisi tersebut umumnya rawan terjadi kecelakaan dikarenakan telat ketika mengerem. Bukan pengemudi yang telat menginjak tuas atau pedal rem, tetapi dikarenakan traksi ban yang sudah tidak mempunyai daya cengkram, sehingga pada titik pengereman begeser secara drastis.

Dapat dibayangkan, pada saat orang memerlukan untuk menghentikan laju, mobil dengan ban botak masih tidak terkendali dikarenakan ban tidak sanggup sinkron dengan keinginan pengemudi atau perangkat rem. Dan pada akhirnya, ban menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan.

Selain pada pengereman, ban botak juga sering menjadi ancaman ketika mobil harus bermanuver. Daya cengkeraman yang sudah tidak baik menjadikan ban tidak mampu membelok dengan sempurna sesuai keinginan, sehingga menimbulkan potensi kecelakaan.

Pada dasarnya ban mempunyai fungsi guna menahan beban, guncangan, dan bertindak sebagai perngkat keamanan. Ketiga hal tersebut wajib dipahami supaya pemilik mobil memahami bahwa ban mempunyai tugas yang berat.

Peranan ban yang beragam kerap dilupakan oleh pemilik mobil. Bahkan, mereka jarang memperhatikan kondisi ban. Resikonya sangat besar, dan hal tersebutlah yang harus terus diedukasi.

Bahaya Dari Ban Botak | Rudiyanto | 4.5