Cara Memblokir Pajak Kendaraan Yang Sudah Dijual

Monday, February 20th, 2017 - Artikel, Artikel Otomotif

Cara Memblokir Pajak Kendaraan Yang Sudah Dijual – Pemblokiran terhadap dokumen di kantor Samsat adalah langkah yang harus dilakukan bila pemilik kendaraan sudah menjual kendaraannya kepada orang lain. Tujuan dari hal tersebut supaya kendaraan yang kini dimiliki tidak kena pajak progresif. Pajak progresif tersebut dihitung lewat persentase dari harga jual kendaraan atau NJKB.

Persentase tersebut nilainya berbeda-beda, tergantung pada mobil ke berapa yang kini dimiliki. Pada mobil pertama 1,5 %, mobil kedua 2 %, mobil ketiga 2,5 %, serta mobil keempat dan seterusnya 4 %. Artinya, jika mobil yang kini dimiliki adalah mobil ke 2, maka pajaknya lebih mahal dibanding pajak mobil yang pertama meskipun dengan harga mobil yang sama.

Cara Memblokir Pajak Kendaraan Yang Sudah Dijual

Cara Memblokir Pajak Kendaraan Yang Sudah Dijual

Cara Memblokir Pajak Kendaraan Yang Sudah Dijual (Sumber Gambar : otomotifnet)

Maka dari itu, pemblokiran terhadap dokumen kendaraan di kantor Samsat terdekat harus dilakukan supaya Anda tidak terkena pajak progresif jika sudah menjualnya pada pihak lain. Seperti pemberitahuan dari akun resmi DIVHUMAS POLSI atau Divisi Humas Mabes Polri dan juga AstraWorld, pengurusan pemblokiran terhadap dokumen dapat dilakukan sendiri ataupun perwakilan. Jika diurus oleh perwakilkan, maka pemilik dokumen kendaraan tersebut harus membuat surat kuasa mengatasnamakan orang yang hendak melakukan pemblokiran.

Ada 4 dokumen yang harus dipersiapkan sebelum Anda datang ke kantor Samsat. Yang pertama, photocopy Kartu Keluarga pemilik dari kendaraan. Yang kedua, photocopy Kartu Tanda Penduduk pemilik dari kendaraan. Yang ketiga, data dari kendaraan yang hendak diblokir, apabila masih ada lampirkan juka photocopy STNK. Yang keempat, isilah formulir pemblokiran dengan materai Rp 6.000.

Sesudah melakukan seluruh proses pemblokiran, Anda hanya tinggal menunggu hasil dari proses pemblokiran tersebut kurang lebih 3 hingga 7 hari untuk bisa memastikan kendaraan tersebut sudah terblokir. Apabila sudah terblokir, maka kendaraan tersebut tidak dapat diperpanjang pajaknya mempergunakan KTP atas nama dari pemilik yang sudah terblokir. Sehingga pembeli dari kendaraan tersebut wajib melakukan balik nama supaya pada saat perpanjangan STNK atau membayar pajak tetap dapat dilakukan.

Dianjurkan, untuk Anda yang hendak melakukan pembelian mobil sesudah menjual mobil sebelumnya, lebih baik melakukan pemblokiran terlebih dulu untuk mobil Anda yang telah dijual. Sehingga ketika pembuatan STNK baru di kantor Samsat, Anda tidak terkena pajak progresif.

Pajak progresif tersebut mengacu pada alamat dari pemilik yang tercantum pada STNK, sehingga pada satu keluarga dengan nama yang beda akan tetapi alamat tinggalnya sama, pada kendaraan kedua serta seterusnya tetaplah akan menanggung pajak progresif.

Cara Memblokir Pajak Kendaraan Yang Sudah Dijual | Rudiyanto | 4.5