Denda Tilang Melanggar Yellow Box Junction

Tuesday, January 31st, 2017 - Artikel, Artikel Otomotif

Denda Tilang Melanggar yellow box junction – Jika pengendara sepeda motor ataupun pengemudi mobil sering melintas di sejumlah jalanan yang ada garis kuning dengan bentuk persegi panjang pada aspal, ternyata garis tersebut ada artinya. Garis kuning tersebut tidak semata-mata menjadi sebuah hiasan jalan raya, dikarenakan merupakan bagian dari rambu atau marka jalan.

Denda Tilang Melanggar Yellow Box Junction

Denda Tilang Melanggar Yellow Box Junction (Sumber Gambar : liputan6.com)

Marka persimpangan jalan tersebut mempunyai nama yellow box junction, atau bisa disebut marka kotak kuning. Berdasar pada Pasal 68 ayat (Dua) Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 34 Tahun 2014, marka berbentuk kotak kuning adalah pertanda yang mana para pengendara baik itu roda dua, atau roda empat, maupun lebih dilarang berhenti pada area kotak kuning pada kondisi apapun.

Adanya marka yellow box junction kotak kuning ini sebetulnya ditujukan, supaya arus lalu lintas bisa terhindar dari kemacetan yang diakibatkan persimpangan yang terkunci. Marka tersebut sangat berguna pada persimpangan jalan yang cukup padat, di jalan-jalan utama, dan pada saat puncak kepadatan lalu lintas.

Berdasar pada pasal 68 ayat 1 Peraturan Mentri Perhubungan PM 34 Tahun 2014, selain dari persimpangan, marka tersebut pula ditempatkan pada sejumlah lokasi akses jalan keluar dan masuk kendaraan yang menuju instalasi gawat darurat, pemadam, penanggulangan huru – hara serta ambulans.

Maka dari itu, pengendara pastinya tidak bisa sembarang berhenti pada kotak kuning ini, sebab jika berhenti begitu saja pada area tersebut maka akan dianggap sebagai sebuah pelanggaran lalu lintas oleh polisi. Adapun sanksi menurut pada Pasal 287 ayat (Satu) UU Nomor 22 pada Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas serta Angkutan Jalan, dipidana penahanan paling lama 2 bulan atau denda sebesar Rp500 ribu.

Denda Tilang Melanggar Yellow Box Junction | Rudiyanto | 4.5