Mengenal Dan Memahami Fitur Keselamatan Mobil

Monday, October 17th, 2016 - Artikel, Artikel Otomotif

Mengenal Dan Memahami Fitur Keselamatan Mobil – Berbagai fitur dan peranti pendukung yang ada pada kendaraan khususnya mobil pada saat ini cukup banyak dan tentunya akan memberikan rasa aman yang lebih pada saat kita mengemudi. Berbagai fitur tersebut telah diterapkan pada mobil terbaru keluaran tahun 2000an. Hal tersebut merupakan hasil perkembangan teknologi yang terus berkembang tiada henti guna memberikan kepuasan serta memberikan rasa aman bagi para pengemudi dan penumpangnya.

Mengenal Dan Memahami Fitur Keselamatan Mobil

Mengenal Dan Memahami Fitur Keselamatan Mobil

Mengenal Dan Memahami Fitur Keselamatan Mobil (Sumber Gambar : carsp)

Marilah kita Mengenal dan memahami fitur keselamatan mobil supaya kita bisa mendapatkan rasa aman yang tentunya selalu diinginkan setiap manusia ketika mengemudikan mobil.

Traction control

Dilihat dari segi prinsip, traction control atau kontrol traksi berkerja guna menjaga traksi ban terus selalu optimal. Prinsip kerjanya dengan mencegah ban overspin pada saat transmisi menghantarkan tenaga pada roda. Dengan mencegah overspin, traksi ban akan selalu terjaga serta pada akhirnya pengemudi akan dapat mengendalikan mobil dengan lebih mudah.

Overspin biasanya didapat dengan membatasi tenaga mesin. Pembatasannya dapat dilakukan melalui berbagai cara. Bisa didapat dari mengurangi throttle, suplai bahan bakar ataupun mematikan salah satu busi. Lebih lanjut, intervensi kontrol traksi juga dapat merambah pada aktivasinya fungsi rem pada roda yang overspin.

Stability control

Stability control atau SC dapat dibilang fitur yang lebih maju dari traction control. SC ini memungkinkan komputer melakukan proses intervensi lebih banyak pada komponen-komponen mobil.

Selain mempunyai fungsi traction control yang berguna menjaga traksi roda, SC juga dapat secara aktif melakukan pengereman pada salah satu roda guna membantu pengemudi mengendalikan mobil.

Analoginya, misalnya mobil akan membelok kencang pada arah kanan. Sesuai potensi alami, mobil akan menimbulkan gejala oversteer atau understeer.

Apabila timbul oversteer atau ban belakang bergeser, maka SC tersebut akan mengaktifkan rem pada roda depan kiri. Sementara Apabila timbul gejala understeer atau mobil cenderung lurus meskipun setir sudah dibelokkan, maka SC tersebut akan mengaktifkan rem pada roda belakang kanan.

Harus diingat, bahwa SC tidaklah diperuntukan guna meningkatkan kemampuan manuver mobil, fungsinya hanya membantu pengemudi mengarahkan mobil. Tidak heran pada beberapa mobil berperforma tinggi, ada fitur deaktivasi SC dikarenakan sebenarnya intervensi yang dilakukan komputer dapat mengurangi kecepatan mobil pada tikungan.

Mode Berkendara

Kalau teknologi yang ini tidak spesifik dibuat guna menjaga keselamatan. Tetapi Anda dapat memanfaatkannya. Biasanya mobil masa kini dilengkapi mode berkendara supaya sesuai dengan keperluan serta keinginan pengemudi saat itu. Umumnya terdapat 3 mode yang tersedia pada mode berkendara: Eco, Normal serta Power/Sport.

Eco merupakan settingan yang berorientasi pada hematnya bahan bakar. Itulah sebabnya komputer mesin memilih settingan yang lebih lembut untuk karakter mobil, baik itu dari respons mesin ataupun transmisi. Debit bahan bakar akan lebih dibatasi guna mencapai efisiensi itu.

Selanjutnya yang kontras dan sekaligus kebalikan dari Eco adalah Power/Sport. Pada settingan ini, mesin jelas akan lebih responsif dengan settingan debit bahan bakar lebih boros. Hal inipun dibarengi transmisi yang berpindah pada putaran yang lebih tinggi.

Bagaimanakah cara memanfaatkannya? Pengemudi hanya cukup aktifkan mode Eco ataupun Normal. Apabila Anda belum familiar dengan karakter mobil yang sedang dikendarai, hindarilah mode Sport hal ini dikarenakan pada titik tersebut kendaraan cenderung lebih liar.

Mengenal Dan Memahami Fitur Keselamatan Mobil | Rudiyanto | 4.5